Upaya meningkatkan literasi ekonomi di kalangan mahasiswa terus dilakukan melalui berbagai program edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan BI Corner yang diselenggarakan oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 29 April 2026 bertempat di BI Corner, Lantai 2 Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari anggota GenBI serta mahasiswa umum lintas program studi.
Sebagai program berbasis edukasi, BI Corner hadir dengan tujuan memperkaya pengetahuan mahasiswa terkait perkembangan perekonomian terkini, serta memperluas pemahaman mengenai kebijakan dan peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kegiatan ini juga menjadi sarana optimalisasi fasilitas BI Corner sebagai pusat literasi dan diskusi yang aktif di lingkungan kampus.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Departemen Education GenBI UIN Bandung, yaitu Muhammad Nazril Al-Bukhary dan Fitri Annisa. Keduanya membawakan materi secara interaktif dan komunikatif, sehingga mampu menjembatani topik ekonomi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami oleh mahasiswa, termasuk yang berasal dari latar belakang non-ekonomi.
Materi yang disampaikan mengulas perjalanan Bank Indonesia dari masa awal sebagai De Javasche Bank hingga menjadi bank sentral independen yang memiliki tujuan tunggal, yakni menjaga kestabilan nilai Rupiah. Penjelasan tersebut mencakup dua aspek utama, yaitu stabilitas internal melalui pengendalian inflasi serta stabilitas eksternal melalui pengelolaan nilai tukar.
Lebih lanjut, narasumber menjelaskan tiga pilar utama Bank Indonesia dalam menjalankan fungsinya, yaitu kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Pada aspek kebijakan moneter, Bank Indonesia menggunakan instrumen suku bunga acuan (BI-Rate) sebagai alat untuk mengendalikan inflasi. Sementara itu, pada sektor sistem pembayaran, berbagai inovasi terus dikembangkan seperti QRIS, BI-FAST, hingga Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga tengah mengembangkan Rupiah Digital melalui Proyek Garuda sebagai respons terhadap perkembangan ekonomi digital.
Menariknya, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi aktual. Salah satu contoh yang dibahas adalah fenomena pelemahan nilai tukar Rupiah pada April 2026 yang sempat menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, seperti kebijakan suku bunga tinggi oleh The Fed, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, serta arus keluar modal asing.
Dalam merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia mengambil langkah strategis melalui kebijakan yang bersifat pre-emptive dan forward looking. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain menahan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik aset domestik, melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui skema triple intervention, serta mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menarik kembali aliran modal asing ke dalam negeri.
Kegiatan ini semakin menarik karena dikemas dengan pendekatan yang santai namun tetap substansial. Topik kebanksentralan yang sering dianggap rumit berhasil disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan relevan, sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antar mahasiswa dari berbagai latar belakang, yang turut memperkaya perspektif dalam diskusi.
Dari pelaksanaan kegiatan ini, berbagai dampak positif berhasil dicapai. Peserta tidak hanya memperoleh peningkatan literasi ekonomi, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran Bank Indonesia. Selain itu, kegiatan ini turut mengasah kemampuan berpikir kritis dan public speaking anggota GenBI sebagai calon frontliners Bank Indonesia di masa depan. Tidak kalah penting, kegiatan ini juga mempererat hubungan antaranggota melalui suasana diskusi yang interaktif dan membangun.
Melalui kegiatan BI Corner ini, GenBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi ekonomi di kalangan mahasiswa. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan sebagai wadah edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya stabilitas ekonomi nasional.